Senin, 30 Desember 2013

Tuhan...

Tuhan, masih ingatkah dengan permohonan yang mungkin belasan tahun lalu pernah aku ucapankan dengan polosnya. Permintaan yang bagiku sederhana, yang tidak muluk-muluk, bahkan Engkau berikan kepada banyak orang sekalipun mereka tak mensyukuri dan menyia-nyiakan semuanya.

Tuhan, salahkan jika aku pernah begitu marah kepada-Mu?
ketika harus ku jalani semuanya terlalu kejam, terlalu berat, dan harus kemasuki jurang yang jauh lebih dalam dan gelap. Aku tak minta banyak hal dari-Mu Tuhan.....

Tuhan, aku menyadari bahwa yang aku lakukan memang salah. apa yang aku rasakan memang tak sepantasnya ku biatkan menetap.
Tapi aku manusia biasa, yang bisa marah! yang bisa kesal dalam diamku. Dengan siapapun bahkan kepada Mu Sang Pencipta.

Tuhan, aku tak pernah minta untuk dilahirkan. Bahkan ketika aku harus membuat beban pada siapapun.
Aku tak pernah ingin melukir air mata di sudut-sudut mata mereka. Dan aku tak pernah ingin lebih lama tinggal jika harus ku ukir kesedihan bagi siapapun yang melihatku dan mengenalku.

Tuhan, aku selalu mencoba membuat hati dan pikiranku sejalan. Dimana semuanya ku tuntut untuk berperasangka baik kepada-Mu. Aku selalu mencoba mengambil hikmah dari segalanya yang kau berikan.
Dan aku selalu mencoba menjadi gadis yang Kuat, dengan kesabaran yang tinggi layaknya Gunung. Aku juga selalu mencoba agar tetap Riang menjalani hari dan Pemberani menjalani hidup. Dan aku juga selalu berusaha menjadi sesosok gadis yang berhati Putih, Indah nan Wangi layaknya Bunga Melati. Karena aku yakin. Hal yang menyakitkan dan tidak ku inginkan adalah cara-MU menyayangi dan mengistimewakan aku.

Tuhan, apapun rencanaMu bantu aku agar menghadapi kejamnya hidup. Terimakasih Engkau kirimkan malaikat-malaikatMu disekelilingku. Kini aku percaya tak ada yang lebih indah ketika ku lewati segalanya bersama dan ikhlas. Ternyata begitu banyak hikmah yang aku dapatkan dari semua yang kau berikan kepadaku.

Tapi Tuhan, aku ingin bertanya sekali lagi kepadaMu, tentang permohonan yang dari dulu aku ucapkan. Permintaan yang sederhana.
Masihkah Engkau ingat ketika aku mengucapkan kata-kata ini yang selalu menjadi rapalan doa ku?

"Tuhan, aku hanya punya satu keinginan kepadaMu. Aku hanya ingin merasakan bagaimana indahnya menjadi manusia yang Sehat. Bisa Engkau berikan itu kepadaku Tuhan?"

Aku yakin Engkau tak akan lupa. Dan sekarang aku masih ingin bertanya kepadaMU.

"Mengapa dengan mudah Engkau berikan kenikmatan itu kepada manusia yang tak pernah bisa bersyukur atas semuanya? Kenapa kau biarkan mereka menyia-nyiakan hal indah yang dari dulu sangat ingin ku rasakan? Tahukah mereka bagaimana SULITNYA dan SAKITNYA untuk mendapatkan hal yang mereka dapatkan dengan GRATIS!"
Sudahlah semua menjadi kehendakMu, dan aku rasa jika Engkau berikan semuanya kepadaku secara cuma-cuma, belum tentu aku dapat mensyukurinya dengan mudah sebelum aku mengetahui sulitnya mendapatkannya.

Tapi Tuhan, bolehkah aku bertanya satu kali lagi, hanya sekali ....

"Benarkah Engkau akan mengabulkan doa ku? Kalau boleh aku tahu, kapan Engkau memberikan kenikmatan itu kepadaku? Bolehkah aku merasakan apa yang dirasakan manusia normal lainnya? Tuhan, jangan sampai aku lelah dan Engkau belum menjawab doa ku. Aku hanya ingin SEHAT. Hanya itu..... Tuhan"

:)  فوجي  رياني  ملتي 

Kamis, 21 November 2013

Selamat ulang tahun cinta pertama


Haaaii kamu cinta pertamaku, apakabar kamu disana? Bagaimana dengan aktifitas barumu yang tak pernah aku ketahui? Masihkah kau ingat aku sayang?
Ahh! Sudahlah tak perlu aku tanyakan hal yang takan kau jawab.

Tak terasa sudah setahun yang lalu. Aku masih begitu ingat kejadian tahun lalu. Ketika aku dengan bodohnya begadang hanya untuk bisa mengucapkan “Selamat Ulang Tahun” tepat pukul 00.01 padamu. Ketika aku harus menunggu dan memegang handphoneku yang tak terlepaskan dari telinga hanya untuk mendengar jawaban dari mu. Tak terasa, 60 menit berlalu dan menginggalkan (mungkin) 20 panggilan tak terjawab di handphonemu dan sebuah pesan singkat yang aku kirimkan kepadamu ketika sudah hampir hilang mood ku untuk membayangkan kau menerima teplonku dengan sebuah kegembiraan ketika aku bisa mengucapkan “Selamat Ulang Tahun” kepadamu untuk pertama kali. Ketika aku bisa merasakan kegilaan ketika harus begadang hanya untuk mengucapkan hal yang begitu lazim terdengar  namun (katanya) amat berkesan.
Aku hampir tak habis pikir. Kau begitu tega tak mengubris  panggilan yang masuk ke handphonemu untuk momen yang hanya terjadi setahun sekali. Aku hampir begitu kesal terhadapmu ketika harus kau abaikan aku. Aku hampir begitu marah ketika tak kudapatkan suaramu dari ujung handphoneku dengan sebuah kekecewaan  yang amat besar.

Ahhh! Bodohnya aku yang melakukan hal seperti itu kepadamu. Yang jelas-jelas untuk (sekedar) sms-an pun adalah hal yang langka. Namun ketika aku mulai lupakan kejadian ketika aku lakukan hal bodoh itu. Kau kirimkan pesan singkatmu yang bertuliskan “maaf, handphoneku tertinggal dikelas kemarin.”
Hampir aku banting handphone yang aku genggam. Dengan meninggalkan pertanyaan kenapa harus tertinggal? Tidak tahukah kamu bagaimana aku ingin mengucapkan “Selamat Ulang Tahun” kepadamu tepat pukul 00.001? Tidak tahukan kamu hal bodoh yang aku lakukan semalaman hanya menyisakan sebuah penyesalan yang rasanya tak ingin aku ulangi lagi? Dan tidak terbanyangkan-kah olehmu (betapa) aku ingin menjadi yang pertama yang mengucapakan “Selamat Ulang Tahun” kepadamu? Hanya sekedar menelponmu karena tak mungkin kita bertemukan? Lalu kenapa….?
Ahhh! Sudahlah lagi pula itu sudah setahun yang lalu. Dan lagi pula biarkan itu menjadi salah satu kenangan untukku.

Dan tak terasa sekarang sudah setahun kemudian. Berarti sekarang adalah Ulang Tahun mu kan? 07 November tepatnya. Ohh iyaa, aku (tak akan) lupa akan tanggal itu. Yaaa tepat setahun yang lalu aku lakukan hal bodoh itu. Sungguh aku tak tahu apa yang harus aku lakukan kali ini. Tak mungkin ku lakukan hal yang sama seperti tahun lalu. Sekarang, untuk membalas pesan singkatmu yang (jarang) kau kirim untukku pun aku bingung harus membalas apa. Walaupun hanya sekedar menanyakan kabarku. Tidak mungkin kan kalau aku menelponmu tengah malam lagi seperti tahun lalu? Untuk membalas pesan singkat mu pun rasanya jemariku terlalu kaku. Bukan karena kau mengganggu, tapi  karena aku takut perasaanku tak terkendalikan saat aku harus berkomunikasi denganmu. Walau sesungguhnya aku (sangat) ingin.

Aku menulis pesan ini. Tak berharap banyak agar kau mengubrisnya. Aku hanya ingin meluapkan perasaanku saja. Dan pastinya lewat pesan ini aku akan mengucapkan “Selamat Ulang Tahun” kepadamu.
Mungkin kurang sopan atau apalah. Karena nyatanya aku tak kuasa untuk menggerakan jemariku menekan setiap huruf untuk mengukirkan kata-kata yang seperti dulu aku lakukan. Bahkan sampai menekan tombol-tombol nomer yang bertujuan ke handphonemu. Sungguh, aku sangat ingin bisa mengucapkannya langsung padamu. Walau lagi-lagi tak dapat ku lihat dirimu dengan segala (ku akui) posananya. Bahkan aku masih begitu hafal dengan wajahmu yang katanya sulit dibedakan dengan kembaranmu itu. Apakah kau mengharapkan ucapan dariku? Apakah kau ingin mendengar do’a-do’a yang ku ucapkan secara langsung untuk mu? Terbersitkah tentang ku dalam benakmu ketika tau kau dapatkan ucapan dariku sama seperti teman-temanmu pada hari itu?

Dan ketika kau mengirimkan pesan singkat seperti ini “Boleh ganggu untuk telpon” aku sangat ingin untuk membalas pesanmu walau hanya “silahkan.” Namun jemariku terlalu kaku untuk mengetik huruf S-I-L-A-H-K-A-N. bodohnya aku yang (terlalu) menjaga perasanku ini. Sudahlah! Kembali ketujuan awal aku mengetik pesan ini. Oke, akan ku katakan. Sungguh aku tidak tahu apa yang harus aku ketik kali ini. Huuuft …. Bismillah ……

“Selamat ulang tahuun, semoga panjang umur, sehat selalu, dimudahkan rezki dan segala urusanmu. Dan diusiamu yang semakin dewasa ini semoga kamu semakin dekat kepada-Nya dan mendapat ridha-Nya. Maaf jika harus dengan cara ini ku sampaikan ucapanku dan maaf kalau aku mengucapkan tidak tepat dengan tanggal Ulang Tahun mu. Sungguh sangat basi ku katakan semuanya. Tolong jangan  marah, sungguh aku telah lama mengetik tulisan ini bahkan sebelum hari Ulang Tahun mu, hanya saja aku belum ada waktu mengepost tulisan ini. Sukses dunia akhirat untuk kamu. Semoga kamu selalu berada dilindungan Allah SWT. Aamiin yaa robbalaalamiin”

Jika kau membaca tulisanku ini. Aku mohon maaf karena dengan cara ini aku ucapkan kepadamu. Dengan sebuah rapalan do’a kecil yang aku kirimkan berharap mampu menyampaikan dan memelukmu dengan tangan-tangan Tuhan. Dan, jika kau tak membacanyapun aku sudah bilang. Aku tak berharap banyak agar kau mengubris pesanku ini.
Sekali lagi……. “SELAMAT ULANG TAHUN KAMU, CINTA PERTAMAKU”

Senin, 30 September 2013

Telah lupakanmu atau cinta diam-diam?



Di saat semua berakhir dengan begitu mudah, di saat rasaku masih seutuh nya milikmu dan di saat sebuah perjuangan harus terhenti tanpa tahu apa alasan sebenar nya. Aku mulai mempertanyakan arti dari kedekatan yang masih kita ciptakan, dari sebuah perhatian kecil yang masih tergambar dengan jelas.
Semua berakhir tapi tidak dengan rasaku. Singkat memang sungguh sangat singkat namun tidak dengan perasaanku untukmu. Aku masih menyimpan dengan rapih segala sesuatu yang berhubungan denganmu. Tak pernah kucoba untuk lupakan segalanya semudah saat kau katakan ingin akhiri semuanya. Tanpa pernah memberi kesempatan agar telingaku mendengar alasanmu, meninggalkan sejuta tanya dalam hatiku yang tak tersampaikan karena memang sepertinya kau yang enggan untuk  menjelaskan atau mungkin kau terlalu muak untuk memberitahukan semuanya tentang rasamu untukku?
Aku mengenalmu tapi aku tak pernah sampai untuk meraba hatimu yang terlalu jauh, aku menyayangmu tapi aku tak pernah tahu apakah sebenarnya rasamu terhadapku. Terlalu lemah hingga aku enggan mempertanyakan segalanya tentang yang kau rasa untukku. Hingga aku terlupa dengan semuaya, dengan pertanyaan yang masih ingin sekali ku lontarkan kepadamu hingga datang pertanyaan-pertanyaan baru yang akhirnya akan menjadi pertanyaan yang tak berujung dan tak terjawab.
Aku masih menjadikan dirimu sebagai salah satu hal yang terindah yang memaksaku untuk terus bernapas dan bertahan. Tapi kau menjauh terus menjauh dariku. Aku bahagia saat sebuah kalimat singkat ku baca di ponselku yang menjelaskan kau ingin menjadikan ku penghias harimu kelak. Aku bahagia saat menjalani segala sesuatu bersamamu tanpa ada kejelasan lagi. Namun, aku tak bisa tenang menjalani semuanya bersamamu, menjalankan hubungan yang entah apa namanya namun selalu dengan rasa yang sama. Masih sama, belum berubah, entah belum atau akan atau malah takkan berubah.
Aku mulai lelah saat harus bertahan menyayangmu tapi kau tak pernah melihat, aku mulai lelah menunggumu yang tak pernah peka terhadap rasaku. Apa yang harus ku lakukan agar kau tahu, agar kau paham akan rasaku, akan cintaku yang masih untukmu.
Pernahkah kau coba bayangkan. Disini aku bertahan untukmu. Disini aku menjaga hatiku untukmu. Disini ku diam-diam mencari kabarmu. Disini aku masih menunggumu. Disini ku coba jelaskan perasaanku agar kau tahu semua perasaanku yang tak pernah kau tahu atau memang tak ingin kau ketahui. Apapun itu aku hanya ingin meluapkan perasaanku yang selama ini hanya bersarang dihatiku tanpa ada yang  mengetahui selain Tuhanku.
Pernahkah kau pikir seberapa hancur hatiku saat dengan mudah kau katakan perkataan yang dengan polosnya namun amat menusuk. Pernahkah kau menoleh kepadaku sedikit saja. Pernahkah kau peka terhadap rasaku sekali saja. Pernahkah terbersit dalam angganmu bahwa saat itu aku merindukanmu. Pernahkah kau sangka aku yang begitu sulit mengeluarkan air mata nampu meneteskannya karenamu dengan mudahnya. Ya hanya karenamu. Pernahkah kau tahu maksud hatiku yang inginkan engkau bukan yang lain. Pernahkah kau sadari aku menerimamu dengan segala kekuranganmu yang bagimu itu adalah alasanmu terbesarmu untuk meninggalkanmu. Pernahkah  kau sadar aku tak pernah minta banyak hal aku hanya ingin kau peka akan rasaku yang masih untukmu. Yang masih terus mencintamu dan menutup hatiku untuk yang lain. Walaupun ku tahu kita tak pernah ada hubungan special lagi. Pernahkah kau sangka bahwa kamu adalah cinta pertamaku yang mengajarkanku banyak hal meskipun kau bukan pacar pertamaku.
Salahkah jika aku masih menyimpan rasaku untukmu? Salahkah jika aku masih menginginkanmu? Salahkah aku yang masih merindukanmu? Salahkah jika aku masih menyebut namamu dalam doa kecilku? Salahkah jika aku masih mengundang wajahmu dalam malamku? Dan salahkan jika aku berharap aku dan kamu akan menjadi kita lagi pada suatu saat nanti?  
Aku mulai sadar. Sekeras apapun ku jelaskan rasaku yang masih untukmu. Itu takkan mengubah segalanya tentangmu. Itu takkan membuatmu menyadari segalanya tentang rasaku.
Hingga akhirnya waktu yang membuatku tersadar dan membuatku menyerah menghadapimu. Bukan karena aku yang berhenti mempertahankanmu namun sepertinya kau yang selalu berusaha melepaskannya disaat aku mencoba untuk mempereratnya. Disetiap ku mendekat satu langkah kau selalu menjauh dua langkah. Disetiap ku katakan apapun itu aku akan tetap menerimamu namun selalu kau pertegas kau tak pantas untukku. Bukan kau yang tak pantas untukku. Namun akulah yang tak pantas untukmu dengan  segala kekurangan yang aku miliki dan aku yang belum mampu menerimamu seutuhnya. Ku yakin kaukan temui yang jauh sempurna dariku dan mampu menerimamu tak seperti diriku.
Akhirnya aku terbiasa, tanpa ada kamu dalam hariku, tanpa ada kamu yang memenuhi otakku dan tanpa kamu disetiap perkataanku. Aku mulai tak mengerti dengan rasaku. Terkadang begitu menggebu untukmu namun dengan cepat kupadamkan. aku rasa ku mulai lelah untuk terus mempertahankan semua. Aku mulai merasa kau begitu terusik dengan diriku diharimu. Hingga akhirnya aku berdoa agar kau bahagia dengan keputusanmu dan tanpa aku.
Mungkin aku telah lupakanmu. Hal yang sungguh tak pernah ku lakukan dan tak pernah mau aku lakukan. Atau aku mulai mencintaimu dalam diam hingga benar-benar ku tutup mulutku agar tak sedikitpun teringat tentangmu. Hingga aku benar-benar lelah dan kau benar-benar tak menoleh lalu disitulah aku benar-benar akan lupakanmu. Dari hariku, dari hidupku dan hari hatiku.
Percayalah, aku tak pernah mau untuk lakukan ini. Namun waktu dan keadaan yang memaksaku melakukannya. Dan tentunya dirimu yang membuatku lakukan ini. Hanya karena satu hal……
Ku rasa kau begitu terusik dengan hadirnya diriku diharimu.

Ibu Resep (BuRes)


Jumat, 06 September 2013
Inilah praktek perdana gua dikelas XII. Ada sesuatu yang baru kali ini….
Biasanya kalau praktek Ilmu Resep adalah saat-saat yang sangat di TAKUTI !! *loh ko gitu?*
Yaps ! jelas di takuti semua murid Farmasi, semua materi yang dipelajari ga ada yg masuk ke otak ko! Jangankan masuk nyangkut aja ngga! *ada sih tapi dikit wkwk*
Kalau  teorinya  aja ngga paham apa yang mau  lo praktekin atau bikin di dalam Lab nanti ? yng ada lo Cuma bakal dapet OMELAN dari guru pengawas sekaligus langsung guru Produktif nya.
Sedikit cerita nih ya tentang guru Ilmu Resep gua *dulu*…….
Berhubung beliau adalah guru Ilmu Resep, jadi sebut saja Ibu Resep. Ibu resep itu seseorang yang  mungkin mempunyai kepribadian ganda kali ya…… ya jelaslah, kadang Ibu Resep itu bisa menjadi guru yang paling baik, yang paling getol memberikan anak  muridnya motivasi tetapi kadang bisa menjadi  sesosok monster didalam ruangan !!! oohhh….. tidak ….. inilah sosok yang paling sering ditampakan oleh Ibu Resep.
Gaya nya kaya anak muda, kalau pakai baju pink pasti kerudung, tas dan sepatunya juga pink. Dengan ciri khas kerudung yang dimasukkan kedalam kerah baju. Ibu Resep itu orangnya kecil dan semok*upss*, gua aja sama Ibu Resep tinggian gua *horeee* tapi gerakkannya beehhh……. GESIT BUANGET! Gua aja kalau jalan barengan pasti deh gua keserimpet rok.. huuuhh…
Kalau lo liat BuRes (Ibu Resep) ada di belakang lo pada kedipan pertama gua yakin ! Di kedipan ketiga Bures pasti udah ada didepan lo !! etts … bures itu bukan hantu ya, tapi dia itu manusia yang memiliki SERIBU LANGKAH, itu julukan yang gua dan temen. Karena  Bures itu jalannya melebihi Sonic *wkwk*
Ada kejadian waktu gua lagi UTS, dan kebetulan Bures yang ngawas ruang gua. Antara  YES OR YAH ….
YES karena kalau lagi jadi pengawas Bures itu baik banget loh, dia pasti bakal ambil buku paket terus keliling-keliling sambil liat soal terus cari jawabannya, dan dikasih tau deh *yeee!!!* dan katanya “kalau mau nyontek silahkan tapi jangan BERISIK!” disinilah pintarnya murid saat MENYONTEK DALAM SUNYI J
Tapi, masih ada YAH nya, kalau lagi pelajaran Ilmu Resep dan pengawasnya adalah Bures, ngga bakalan bisa lo semua nyontek! Jangankan nyontek buat melirik aja lo takut! Lo taukan kalau lagi ngisi tapi malah diliatin itu rasanya gimana?? Grogi! Ga jadi ngisi! Rura-pura mikir! ….. terlebih kalau jawabannya itu ngasal. Waktu temen gua mau nyontek dibuku catetan, dia duduk di belakang gua, nah tugas gua mengawasi Bures yang lagi di depan, dengan gesit temen gua buru-buru buka buku dan liat catetan. Baru beberapa kedipan loh gua ngeliat kebelakang tiba-tiba ada suara langkahan kaki mendekat!! Saking buru-burunya itu buku dilecek-lecek dan didudukin dan pas gua liat kedepan ! Astagfirullah *sampe nyebut* Bures udah ada di depan gua dengan santainya!! Jantung gua masih dak dik duk setengah mati sambil terheran-heran !! beneran ya… tadi itu Bures masih ada di depan, ga sampe 5 detik udah ada di depan gua !!! Ya Allah … makan apa ini orang jalanny cepet banget… huhh….
Itu belum seberapa. Masih ada kejadian yang lebih menegangkan!
Ya pastinya kalau lu udah ada di ruang Lab Resep. Disaat lo dikasih RESEP dan lu gak tau gimana cara bikin tuh RESEP! Setiap di kelas yang dibahas cuma Pulvis teruuuus, itu aja kadang masih bikin otak lo panas dan ga ngerti! Tiba-tiba di Lab lu dikasih Resep yang berisi “M.F.CREAM”  “M.F.TALC” “M.F.UNGT”dll.
Mati gak lo??! Emang pernah di ajarin perhitungannya, ya tapi itupun campur-cmpur dengan materi yang lain. Dan tragisnya lo belum sempet nulis tapi udah di apuuss……. Tobat gusti ……
Udah kalau ngomong itu cepet banget kaya kereta yang lagi melintas di atas rel, kalau lo lengah sedetik aja lo bakalan ga mudeng sampe akhir Bures ngomong! Kebayangkan betapa KEREN nya tulisan dokter, nah itu tulisan juga berlaku untuk orang Farmasi. Kalau nulis awalnya doang yang keliatan tengahnya kaya gambar rumput yang sering di gambar sama anak SD dan diatasnya ada titik atau garis yang pasti mendakan itu huruf I/T. baru lo nulis tiba-tiba udah ilang itu tulisan!!! Dan kalau ditanya pada diem atau ga bisa kata-kata andalan Bures adalah “saya ngomong panjang lebar sampe berbusa ga ada yang ngerti satupun?!! Kalian ini niat ga sih belajar ? Ilmu Resep ini bakalan kepake sampe kapanpun, sampe kalian kerja! Kalau dasarnya aja kalian ga tau gimana mau NAIK KELAS ? gimana mau LULUS UPK?! Saya ini jadi kaya BEBEGIG yang berdiri disini Cuma NAKUT-NAKUTIN !” *ini versi yang di dalam kelas*
Kalau di dalan Lab, lebihh CETAAARR !!!!
Lagi praktek, semuanya satu-satu diawasi, udah grogi, keringet dingin,semua DM TM dan SINONIM lupaaa ……
Sukur-sukur lu punya catetan yang ada seperti Resep yang lu dapet, kalau ada jangan harap lo bakal bernapas lega. Nulis aja sampe gemeteran, Tanya ketemen sama-sama pada ngebleng!!
Kebiasaan gua dan temen-temen, kalau lagi cari obat yang jumlahnya ratusan pasti bisik-bisik, karena kalau lu ngeluarin suara pasti bakal ada suara yang entah dari mana asalnya berkata “kerjakan pakai tangan bukan pakai mulut ! inituh lab bukan pasar!” dan tragisnya kalau lu GA TAU SINONIM NYA!
Bures : “kamu lagi cari apa?”
Murid : “ca…cari VIT C bu….” *nunduk*
Bures : “kamu gak tau apa sinonimnya VIT C?”
Murid : *menggeleng tanpa berkata* *berharap bisa kabur tapi kaki udah gemeteran*
Bures : “makanya punya buku sinonim itu di baca !! kamu kerjaannya Cuma photo copy aja tapi ga
pernah  dibaca! Nanti kalau PKL gimana? Cuma VIT C aja ga tau!!” *mata melotot melampau kaca mata* *menyodorkan pot* Nih…. ACIDUM ASCORBICUM gitu aja gak tau!!”
kalau udah begini satu ruangan bakalan kena marah. Dan kebiasaan gua kalau lagi ngerjain Resep dan…. Ada Bures berkeliling di belakang gua atau depan gua, gua akan STOP semua kesibukan gua kecuali ….. gerus obat!!! *andalan gua*  Ada yang pura-pura nanyain tipe-x, ada yang lari ke rak obat pokonya apapun yang intinya menjauh dari Bures….
Dan satu lagi kebiasaan gua kalau lagi nimbang obat berharap gak ada Bures, kalau ngga gua bakalan menghabiskan waktu lama buat mendapatkan takaran yang pas. Kalau gak ada Bures itu obat kadang kelebihan atau kurang langsung… gua ambil! Padahal belum pas ya tapi mikirnya Cuma buat praktek ko ga diminum ini *jangan di tiru ini menyalahi atauran!*. belum lagi yang  bakalan bisik-bisik buat nanyain apa yang ga tau atau mendek-mendek sambil jongkok-jongkok *kaya maling* nyamperin temen Cuma buat nanya
“tadi lu ambil obat ini dimana?” atau “ehh, ini begini bukan ngitungnya? Benerkan?” dan atau “ini yang digerus duluan apaan? Kapsulnya yang ukuran apaan? Etiketnya tulisannya apa?
Emang semuanya kadang kaya orang bego, saling tengok kanan kiri dan ekspresi mukanya semuanya MELAS dan GELENG-GELENG. Belum lagi yang mandi keringet atau gemeteran sampe-sampe nuang obat aja sampe tumpah-tumpahan…
Ada kejadian yang sampe sekarang menjadi pengalaman yang paling TRAGIS DAN LUCU. Ada temen gua yang nanyasama temen sebelahnya nah…. Karna dia gak tau dengan beraninya dia bertanya sama Bures “ bu… ini gimana ya?”
Bures mulai menelaah resep dan bekata *samba nyubitin dan ngomong dengan gregetan* “makanya belajar! Jangan main mulu! Gini aja gak bisa! Belajar makanya!”
Kalau lu bisa bayangin ngakak pastii !!! kasian ngeliat temen gua yang dicubitin, dimarah-marahin dan dipelototin pas ngerjain resep… tapi pengen ketawa ngeliatnya ahahaha…. Jelas lah orang yang gak bisa siapa tapi yang di marah-marahin malah siapa.
Dan satu lagi *gak abis-abis ya ngomongin Bures*
Bures itu orangnya kalau masalah belajar beehhh…. Sampe-sampe waktunya pulang atau isitirahat kalau emang masih ada yang harus dia sampaikan kita ga akan diizinkan untuk keluar kelas! Padahal udah pada rapih-rapih atau kode supaya bisa cepet-cepet keluar dan menjauh dari Bures Karena udah pusing setengah mati ! dan berhasil membuat otak gua panas dan pegel…….!!
Sampe sekarang gua kalau di kelas mengigat semua tingkah bodoh yang dilakukan sewaktu bareng sama  Bures pasti kebawa yang sampe ngakak tak bersuara. Betapa bodohnya tingkah yang kita lakukan sewaktu belajar bareng Bures.
Tapi gua sekarang sadar, apa yang diajarkan Bures sama kita walau kadang dengan marah-marahnya dia itu semata-mata hanya untuk ngedidik kita menjadi murid yang pintar dan disiplin.
Bures pernah bilang “sekarang tugas kalian ya belajar! Ga apa-apa temen kalian yang lain sibuk main-main atau apapun tapi kalian disini malahan belajar. Percaya sama saya deh, nanti kalau kalian sudah dewasa kalian semua bakal merasakan hasil dari kerja keras kalian semua. Saya tau kalian ini anak yang rajin dan pintar hanya perlu diarahkan dan diasah lagi. Farmasi itu bukan untuk main-main, orang Farmasi itu banyak dibutuhkan tenaganya, kalau kalian bagus kerjanya dan teliti kerjaan bakal nyari-nyari kalian. Saya pengen ketemu kalian nanti dan kalian sudah jadi orang orang yang sukses *aamiin* bukan hanya kalian dan orang tua kalian yang bangga, saya juga. Makanya belajar yang bener! Matengin pelajaran Ilmu Resepdan produktifnya.”
Dan gua teringat sama kata-kata guru Fisika disekolah yang bilang “gadaikan masa muda kalian untuk belajar dan bersungguh-sungguh maka nanti saat dewasa kalian bisa menebusnya dengan sebuah kebahagiaan.”
“Dunia FARMASI adalah dunia orang-orang hebat dan kita sudah berani untuk memasuki dunia itu. Maka siapkan diri kita untuk menjadi calon orang-orang hebat di masa yang akan datang.”

Rabu, 28 Agustus 2013

BUKAN EKSMUD

Katanya ...... EKSMUD itu suka nongkrong berjam-jam di kafe dengan secangkir kopi yang minumnya pelan-pelan supaya habisnya lama ya....?? hanya untuk menikmati Wifi gratis .....
Gua rasa itu gak hanya berlaku untuk EKSMUD! wkwkwk
buktinya gua aja yang bukan eksmud juga sama kok...
Nongkrong di SEPEL *gaya bgt!* berjam-jam dengan semangkuk Pop Mie dan Aqua hanya untuk menikmati Wifi GRATIS !!!! padahal cuma punya uang 15000 tapi gaya-gayaan nongkrong di sepel. Subhanaallah.

Ya ini lah yang dinamakan pelajar yang irit ! hanya untuk mengerjakan tugas harus rela-relain mengorbankan harga diri dan menghapus gengsi untuk sementara di tempat tongkrongan anak-anak GAOOOL ....
yang penting tugas terselesaikan titik!
Beginilah derita anak FARMASI, yang harus relakan otak, tenaga, dan juga uang .....
Belum lagi hafalan yang kalau ditimbang bisa dapet berkilo-kilo dan pengeluaran yang sampe tak dapat dijabarkan, huhuuu

Dan untuk mengerjakan dan menyelesaikan tugas *sekali lagi gua pertegas!* gua harus berhari-hari yang nongkrong di sepel dan mngerbankan harga diri dan gengsi gua, hanya untuk Wifi GERATIS ! aaarrgh !!!

Dan ternyata hal ini tidak hanya terjadi pada EKSMUD, tetapi juga pada PELAJAR !!


mumpung Wifi GERATIS dan tugas belum 
selesee, kita online sajalah ... *pelajar setres*

Jumat, 15 Maret 2013

My story about the failure

Semua orang pasti pernah mengalami kegagalan. yaps ! begitu pula aku yang pernah bermain-main dengan kegagalan. Bukan kegagalan yang pertama tapi itu adalah kegagalan terburuk dan yang paling menyakitkan dalam hidupku (semoga tak pernah terjadi lagi)
Tepat setahun yang lalu sebut saja ketika aku masih duduk dikelas IX, semua yang aku lakukan selalu berakhir dengan kegagalan entah apa yang salah entah apa yang kurang dari semua usaha-usahaku. Lalu kenapa aku selalu GAGAL ?!

Bermula dari sebuah Olimpiade yang aku dkk ikuti, seberapa semangatnya guru-guru kami membimbing agar kami semua bisa mendapatkan kemenangan. Setiap hari selalu penambahan materi mendapatkan jam lebih untuk belajar hanya untuk mempersiapkan diri mengikuti Olimpiade itu. Tapi nasib berkata lain, tak kunjung aku dan teman-teman mendapatkan kemenangan kami hanya mampu hingga babak penyisihan (semi final). berkali-kali hingga 4 kali kami ikuti tapi selalu saja tak berbuah manis. Lalu apa yang salah, apa kami kurang maksimal ?

Bahkan disaat Olimpiade yang terakhir aku ikuti dan tepat di hari ulang tahun KEPSEK aku masih saja gagal !!!!
aku sudah membayangkan ketika aku pulang sudah membawa piala dan akan aku persembahkan untuk sebuah hadiah, setidaknya aku bisa memberikan sesuatu yang berharga walau hanya sekali.

Waktu berputar, tak terasa hari untuk seleksi masuk MAN Insan Cendikia semakin cepat. Awalnya aku tak pernah mau untuk melanjutkan sekolah disana, karena sistemnya seperti Pesantren yang jarang pulang (bang Toyib kali ya). Tetapi karena guru-guruku selalu bercerita tentang keunggulan sekolah itu dan lagi-lagi mereka sangat semangat yang membuat aku dan teman-teman menjadi ingin sekali bisa menjadi bagian dari sekolah itu, mungkin kali ini aku dan teman-teman diberi kesempatan untuk membuat mereka senang. amin
Lagi-lagi kami gagal , lagi dan lagi ! Lihat , sudah berapa kali aku mengecewakan mereka sudah berapa kali aku membuat semangat mereka hancur ? sudah berapa kali aku dan teman-teman ku gagal ? Entahlah kurasa sudah terlalu banyak hingga tak mampu terhitung lagi.

Aku mulai lelah aku mulai bosan aku mulai memberontak. Aku marah ! ya sangat marah kepada diriku sendiri, kenapa aku tak pernh bisa membuat mereka bangga? aku hanya ingin membalas sedikit jasa yang mereka berikan dengan bisa berhasil disetiap usaha agar mereka tahu mereka tak gagal mendidik anak-anaknya. kami mampu kami mampu !

Bukan hanya guru-guru yang selalu aku kecewakan, orang tuaku pun sangat kecewa. Lengkap sudah kegagalan yang kurasakan.
Semua belum berakhir, hitungan bulan aku akan menghadapi UN. segalanya sudah ku persiapkan, belajar dengan sangat optimal bahkan sampai aku dan teman-teman mengikuti bimbel di tempat yang terbilang bagus karena program beasiswa, aku belajar dirumah hingga larut. Sangat keras usahaku agar aku bisa mendapatkan hasil akhir yang sempurna.
Hanya ini harapan ku satu-satunya, ku mohon kali jangan biarkan aku mengecewakan orang-orang yang ku sayang lagi, ku mohon beri aku kesempatan.

UN berjalan lancar, aku hanya tinggal menuggu hasilnya, aku sudah mempersiapkan sekolah SMAN yang aku inginkan bahkan cadangan yang masih terbilang unggulan. Yapps ! aku mulai ragu seakan kegagalan membayangi pikiranku, aku takut usahaku hanya membuat banyak orang kecewa aku takut diakhir perjuangankupunharus ku jumpai kegagalan.

Ya Allah ...... dugaanku benar, aku gagal aku gagall !!!!
hasil akhirku tak mencapai target minimal, aku punya target 33 untuk membuatku aman ketika aku mendaftar di SMAN yang aku harapkan. tapi nyatanya tak bisa ku dapatkan angka itu hasil akhirku hanya 30 (lewat dikit)
Lagi-lagi ku lihat kekecewaan yang sangat amat dimata orang-orang yang ku sayang. Mamah, bapa, bu sri, bunda dan semuanya.

Aku berontak ! aku marah ! aku menangis !
apa salahku hingga semuan nya terasa begitu berat, apa salahku hanya untuk mengukir senyum diwajah merekapun aku tak mamapu ! apa gunaku ? tak ada !
Aku bertanya kepada-Mu "apa yang salah ? ikhtiyarku kurangkah atau Kau tak pernh mau melihatku bahagai karena melihat orang yang kucinta tersenyum bangga denganku ? Apa salahku katakan ! mengapa Kau tak pernha mengizinkan aku berhasil walau hanya sekali? apa salahku Tuhan ........ "

Aku tak pernah mengerti dan aku tak pernh mau mengrti,semuanya terasa begitu sakit. Mengapa begitu sulit aku berhasil mengapa begitu sulit aku membuat meraka bangga. Aku takut berusaha lagi aku takut untuk melangkah karena kegagalan yang ku alami selalu membayang-bayangi langkahku, sangat jelas dan aku tak mau itu terjadi lagi. Disitulah yang membuatku seakan tak ingin melanjutkan aku terlalu rapuh aku terlalau lelah, lelah di permainkan dengan kegagalan. aku takut mengecewakan orang banyak, sakit sekali rasanya saat semuanya begitu jelas terjadi.

Tapi sekarang setelah sekian lama aku berpikir, aku balikkan lagi permasalahan ini kepada diriku sendiri.
Ya aku terlalu angguh aku terlalau egois seakan aku mampu melakukan semuanya tanpa perlu aku meminta kepada Mu, aku memang meminta tapi tak selalu hanya saat aku butuh saja, sedangkan semuanya adalah kehendak-Mu, semua usaha tak akan pernh berhasil bila tak diiringi dengan doa.

Sekarang aku sadar dan aku dapt mengambil hikmah dari kegagalanku ini, bahwa sesungguhnya manusia hanyalah makhluk lemah yang tak berdaya dan tak akan mampu melakukan apa-apa tanpa bantuan dari yang Maha Kuasa. Sekeras apapun kau mencoba dan berusaha bila tak pernh kau meminta kepada-Nya kau tak akan berhasil secara maksimal.
 
Dan aku juga yakin bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, kegagalan tak akan mampu menghentikan langkah siapapun bila dia mau bangkit dan terus berpikir tentang apa yang seharusnya dia lakukan.


FRM :)

Selasa, 26 Februari 2013

Mimpi Yang Hancur


Hai kamu, tahukan sudah seberapa sempurna aku mendesign masa depanku bersamamu ?
Sudah seberapa detail aku melukis sudut demi sudut, garis demi garis yang begitu lurus aku lukis hanya untuk melihat design yang aku buat terlihat indah ?
Hampir jadi dan hampir sempurna, sudah ku beri warna hanya tinggal aku wujudkan bersamamu.
Tapi, kau hancurkan dalam sekejap mata ! Kau runtuhkan semua harapan yang ku punya hanya untuk bersamamu !  dengan mudah kau hancurkanya dengan mudah kau coret-coret semua gambar yang hampir jadi. Kau hancurkan, kau hancurkan dan kau hancurkan hatiku !!!

Taukah kau kasih seberapa lama aku mencoba menjaga hatiku hanya untuk bisa terus bersamamu ?
Taukah kamu seberapa keras aku menahan rinduku yang ku rasakan kepadamu?
Taukah kau seberapa menderitanya aku saat jarak terasa begitu menyiksa?
Dan taukah kamu seberapa sakit hatiku dengan begitu mudah kau hancurkan hati dan perasaanku?

Kasih, semudah itukah kau lepaskan ku, semudah itukah kau akhiri kisah cinta kita dan semudah itukah kau lupakan semua tentang kita ? apa semudah itu kasih …
Setelah sekian lama kita bersama melewati malam tanpa pernah lelah mangharapkan kehadiran mentari yang akan kembali menyinari wajahmu didepan hadapanku.

Aku merindukan pertemuan yang indah lebih indah dari terakhir kalinya aku melihatmu. Aku rindukan kamu yang selalu mengingatkanku disetiap hariku, aku merindukan cubitan manja untukmu, aku rindukan sapaan manis mu saat mentari mulai memancarkan sinarnya, aku rindukan saat aku menunggumu dengan begitu resah hanya karena aku ingin tau kabarmu, aku rindukan kesibukanmu yang terkadang membuatku jengkel, aku merindukan suaramu diujung handphoneku, aku merindukan saat kita membayangkan masa depan kita dan aku rindukan semua tentangmu , tentang cinta kita dan semua tentang kenangan kita.

Aku tak pernah duga semua janjimu hanya sebatas kata-kata, semua kesetianmu hanya sekedar perjanjian. Dengan cepat kau palingkan hatimu yang sudah bertahun-tahun menjadi milikku dengan mudah kau jatuhkan hatimu kepada wanita lain. Pernahkah kau berpikir bagaimana dengan hatiku? Bagaimana dengan semua yang telah kau putuskan ? pernahkah kau bayangkan seberapa hancur hatiku?

Sekarang aku sadar, mungkin kau benar aku bukanlah yang terbaik untukmu, aku terlalu egois , aku terlalu sulit diatur, aku terlalu buruk untukmu. Tapi itulah aku dengan semua kekurangku, aku kira setelah sekian lama kau bisa mengerti semuanya kau mampu mengisi kekuranganku. Ternyata tidak !
Kau masih sama seperti orang yang baru mengenalku mellihatku dengan semua kekuranganku. Tapi percayalah cintaku tulus untukmu, meskipun sekarang kau bukanlah milikku lagi cintaku masih untukmu ruang hatiku masih terukir namamu terlalu banyak namamu di buku diaryku bahkan tak terhitung sudah berapa kali ku sebut namamu disetiap percakapan panajangku bersama-Nya.

Mungkin mudah bagimu menghapus jejakku dan semua tentang aku tapi tidak untukku kasih, aku terlalu mencintaimu tak pernah sedikitpun terlintas dipikiranku untuk mengkhiantimu bahkan berpaling darimu. Untuk membayangkan kehilanganmu pun aku tak mau.

Aku memang terlihat seperti tak pernah terjadi apa-apa semenjak kau putuskan semuanya , aku memang tak terlihat seperti orang yang putus cinta tapi luka hatiku, rapuhnya hatiku tak bisa ku pungkiri. Aku mengangis sejadi-jadinya bahkan sedalam-dalamnya atas dasar cinta sedangkan kau disana seolah tak pernah ada sesuatu yang terwujud beberapa tahun belakangan ini.

Aku tak pernah berharap agar karma mengejarmu atau kau dikhianati oleh cintamu yang baru, aku hanya berharap agar kau dapatkan yang jauh lebih baik dari aku dan jauh lebih sempurna dariku.
Biarkan aku disini sendiri dengan semua luka yang kau beri dengan semua kesakitan yang kau tinggalkan.

Aku masih ingat saat terakhir kalinya kau memanggilku dengan kata “kyndis” aku masih ingat saat kau berjanji akan mendatangiku untuk mengobati rindu kita, aku masih ingat saat malam pergantian tahun saat kau katakana harapan-harapanmu di tahun ini, saat kau katakan “ sayang, semoga kita makin longlast ya kita bisa ketemu ditahun ini dan kita gak berantem terus. Jaga kepercayaan aku yah jangan sekali-kali berpaling dariku. 

Aku disini setia menjaga hatiku sampai tiba saatnya kita akan dipertemukan lagi disaat aku udah jadi Dokter + Taruna  dan kamu udah jadi Apoteker.” Aku bahkan hafal dengan semua kata-katamu itu.
Ya Allah sesulit inikah aku melupakan semuanya , sesakit inikah saat cinta yang selama ini aku jaga kandas sudah. Aku tau semua adalah kepunyaan-Mu, mungkin dia hanya sesaat Kau titipkan kepada aku mungkin dia adalah jodoh orang yang sesaat aku titipkan kepada .
Tapi yang aku sesali sampai saat ini bila memang kau tak pernah bisa untuk menjaga semuanya , jangan kau bawa akau semakin jauh berharap padamu jangan buat aku semakin mencintaimu dan tak pernah bisa untuk melupakanmu.

Aku butuh waktu yang lama untuk bisa menghapus semua design yang sudah aku buat hanya untuk bersamamu, menghilangkan semuanya yang telah kurangcang saaat bersamamu. Dulu aku ingin mewujudkan semua yang telah aku design, bersamamu ..

Tapi kini , aku ingin menghapus semuanya, semua yang telah aku design bersamamu , sudah berkali-kali aku menghapusnya lalu kau datang lagi kemudian aku gambar lagi, tapi untuk saat ini aku tak ingin mengulangi kesalahanku lagi, sudah cukup  semuanya meski sakit tapi aku akan menghapus semuanya dan takan mau ku mendegisn bersamamu lagi.

Terimakasih untuk semua yang pernah terlewati, terimasih untuk cintamu yang pernah dan selalu membahagiakanku dan terimakasih untuk segalanya. Aku tak bisa jabarkan semuanya yang ku rasakan. Aku hanya berterimakasih unutk cinta dan luka yang kau berikan.




Terimakasih telah memberikan langitmu untukku
Mengisi ruangku dengan tawa dan rindu
Melengkapiku dengan tangis dan pilu
Dan Jika ….
Jika semua ini berakhir
 jika semua ini tak menjadi milikku lagi
 jika semua ini tak kembali mungkin ini memenga jalan kita

Everything is over, no more “us”
there is only me and all memory of the last
Thank’s for everything and all you give
~251011~
 

Buat temen gua yang semua harapannya
 hancur jangan galau lagi ya, pasti ada 
yang terbaik kok dan jadikan dia masa 
lalu aja ya. kita selalu support lu kok :')