Tuhan, masih ingatkah dengan permohonan yang mungkin belasan tahun lalu pernah aku ucapankan dengan polosnya. Permintaan yang bagiku sederhana, yang tidak muluk-muluk, bahkan Engkau berikan kepada banyak orang sekalipun mereka tak mensyukuri dan menyia-nyiakan semuanya.
Tuhan, salahkan jika aku pernah begitu marah kepada-Mu?
ketika harus ku jalani semuanya terlalu kejam, terlalu berat, dan harus kemasuki jurang yang jauh lebih dalam dan gelap. Aku tak minta banyak hal dari-Mu Tuhan.....
Tuhan, aku menyadari bahwa yang aku lakukan memang salah. apa yang aku rasakan memang tak sepantasnya ku biatkan menetap.
Tapi aku manusia biasa, yang bisa marah! yang bisa kesal dalam diamku. Dengan siapapun bahkan kepada Mu Sang Pencipta.
Tuhan, aku tak pernah minta untuk dilahirkan. Bahkan ketika aku harus membuat beban pada siapapun.
Aku tak pernah ingin melukir air mata di sudut-sudut mata mereka. Dan aku tak pernah ingin lebih lama tinggal jika harus ku ukir kesedihan bagi siapapun yang melihatku dan mengenalku.
Tuhan, aku selalu mencoba membuat hati dan pikiranku sejalan. Dimana semuanya ku tuntut untuk berperasangka baik kepada-Mu. Aku selalu mencoba mengambil hikmah dari segalanya yang kau berikan.
Dan aku selalu mencoba menjadi gadis yang Kuat, dengan kesabaran yang tinggi layaknya Gunung. Aku juga selalu mencoba agar tetap Riang menjalani hari dan Pemberani menjalani hidup. Dan aku juga selalu berusaha menjadi sesosok gadis yang berhati Putih, Indah nan Wangi layaknya Bunga Melati. Karena aku yakin. Hal yang menyakitkan dan tidak ku inginkan adalah cara-MU menyayangi dan mengistimewakan aku.
Tuhan, apapun rencanaMu bantu aku agar menghadapi kejamnya hidup. Terimakasih Engkau kirimkan malaikat-malaikatMu disekelilingku. Kini aku percaya tak ada yang lebih indah ketika ku lewati segalanya bersama dan ikhlas. Ternyata begitu banyak hikmah yang aku dapatkan dari semua yang kau berikan kepadaku.
Tapi Tuhan, aku ingin bertanya sekali lagi kepadaMu, tentang permohonan yang dari dulu aku ucapkan. Permintaan yang sederhana.
Masihkah Engkau ingat ketika aku mengucapkan kata-kata ini yang selalu menjadi rapalan doa ku?
"Tuhan, aku hanya punya satu keinginan kepadaMu. Aku hanya ingin merasakan bagaimana indahnya menjadi manusia yang Sehat. Bisa Engkau berikan itu kepadaku Tuhan?"
Aku yakin Engkau tak akan lupa. Dan sekarang aku masih ingin bertanya kepadaMU.
"Mengapa dengan mudah Engkau berikan kenikmatan itu kepada manusia yang tak pernah bisa bersyukur atas semuanya? Kenapa kau biarkan mereka menyia-nyiakan hal indah yang dari dulu sangat ingin ku rasakan? Tahukah mereka bagaimana SULITNYA dan SAKITNYA untuk mendapatkan hal yang mereka dapatkan dengan GRATIS!"
Sudahlah semua menjadi kehendakMu, dan aku rasa jika Engkau berikan semuanya kepadaku secara cuma-cuma, belum tentu aku dapat mensyukurinya dengan mudah sebelum aku mengetahui sulitnya mendapatkannya.
Tapi Tuhan, bolehkah aku bertanya satu kali lagi, hanya sekali ....
"Benarkah Engkau akan mengabulkan doa ku? Kalau boleh aku tahu, kapan Engkau memberikan kenikmatan itu kepadaku? Bolehkah aku merasakan apa yang dirasakan manusia normal lainnya? Tuhan, jangan sampai aku lelah dan Engkau belum menjawab doa ku. Aku hanya ingin SEHAT. Hanya itu..... Tuhan"
Tuhan, salahkan jika aku pernah begitu marah kepada-Mu?
ketika harus ku jalani semuanya terlalu kejam, terlalu berat, dan harus kemasuki jurang yang jauh lebih dalam dan gelap. Aku tak minta banyak hal dari-Mu Tuhan.....
Tuhan, aku menyadari bahwa yang aku lakukan memang salah. apa yang aku rasakan memang tak sepantasnya ku biatkan menetap.
Tapi aku manusia biasa, yang bisa marah! yang bisa kesal dalam diamku. Dengan siapapun bahkan kepada Mu Sang Pencipta.
Tuhan, aku tak pernah minta untuk dilahirkan. Bahkan ketika aku harus membuat beban pada siapapun.
Aku tak pernah ingin melukir air mata di sudut-sudut mata mereka. Dan aku tak pernah ingin lebih lama tinggal jika harus ku ukir kesedihan bagi siapapun yang melihatku dan mengenalku.
Tuhan, aku selalu mencoba membuat hati dan pikiranku sejalan. Dimana semuanya ku tuntut untuk berperasangka baik kepada-Mu. Aku selalu mencoba mengambil hikmah dari segalanya yang kau berikan.
Dan aku selalu mencoba menjadi gadis yang Kuat, dengan kesabaran yang tinggi layaknya Gunung. Aku juga selalu mencoba agar tetap Riang menjalani hari dan Pemberani menjalani hidup. Dan aku juga selalu berusaha menjadi sesosok gadis yang berhati Putih, Indah nan Wangi layaknya Bunga Melati. Karena aku yakin. Hal yang menyakitkan dan tidak ku inginkan adalah cara-MU menyayangi dan mengistimewakan aku.
Tuhan, apapun rencanaMu bantu aku agar menghadapi kejamnya hidup. Terimakasih Engkau kirimkan malaikat-malaikatMu disekelilingku. Kini aku percaya tak ada yang lebih indah ketika ku lewati segalanya bersama dan ikhlas. Ternyata begitu banyak hikmah yang aku dapatkan dari semua yang kau berikan kepadaku.
Tapi Tuhan, aku ingin bertanya sekali lagi kepadaMu, tentang permohonan yang dari dulu aku ucapkan. Permintaan yang sederhana.
Masihkah Engkau ingat ketika aku mengucapkan kata-kata ini yang selalu menjadi rapalan doa ku?
"Tuhan, aku hanya punya satu keinginan kepadaMu. Aku hanya ingin merasakan bagaimana indahnya menjadi manusia yang Sehat. Bisa Engkau berikan itu kepadaku Tuhan?"
Aku yakin Engkau tak akan lupa. Dan sekarang aku masih ingin bertanya kepadaMU.
"Mengapa dengan mudah Engkau berikan kenikmatan itu kepada manusia yang tak pernah bisa bersyukur atas semuanya? Kenapa kau biarkan mereka menyia-nyiakan hal indah yang dari dulu sangat ingin ku rasakan? Tahukah mereka bagaimana SULITNYA dan SAKITNYA untuk mendapatkan hal yang mereka dapatkan dengan GRATIS!"
Sudahlah semua menjadi kehendakMu, dan aku rasa jika Engkau berikan semuanya kepadaku secara cuma-cuma, belum tentu aku dapat mensyukurinya dengan mudah sebelum aku mengetahui sulitnya mendapatkannya.
Tapi Tuhan, bolehkah aku bertanya satu kali lagi, hanya sekali ....
"Benarkah Engkau akan mengabulkan doa ku? Kalau boleh aku tahu, kapan Engkau memberikan kenikmatan itu kepadaku? Bolehkah aku merasakan apa yang dirasakan manusia normal lainnya? Tuhan, jangan sampai aku lelah dan Engkau belum menjawab doa ku. Aku hanya ingin SEHAT. Hanya itu..... Tuhan"
:) فوجي رياني ملتي